Detail

Produk Rokok Kadaluwarsa, Bea Cukai Banten Kembalikan Pelunasan Cukai Senilai 700 Juta

Kamis, 8 April, 2021, 19:52 WIB
Penulis: Andre Pradana

MCMNEWS.ID – Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Banten melakukan pengembalian pelunasan cukai milik sebesar Rp786.767.000.

Pelunasan cukai milik PT Wang Prima Persada tersebut setara dengan 81.110 bungkus sigaret putih mesin (SPM) kemasan 20 batang rokok.

Kepala Kanwil DJBC Banten, Mohamad Aflah Farobi, menyatakan, pengembalian pelunasan cukai tersebut disebabkan rokok telah kadaluwarsa dan tidak dapat dipasarkan kembali.

Sehingga pihak pengusaha rokok, melakukan permohonan untuk pengembalian pelunasan cukai.

“Sebelumnya PT. Wang Prima Persada, mengajukan pemberitahuan permohonan pemusnahan Barang Kena Cukai (BKC) yang telah dilekati pita cukai dan masih berada di pabrik. BKC yang dimusnahkan berjenis SPM,” kata Mohamad Aflah Farobi dalam keterangan tertulia yang diterima Mcmnews.id, Kamis, (8/4/2021).

“Pemusnahan dilakukan karena barang tersebut sudah masuk masa kadaluwarsa sehingga tidak bisa dijual ke pasaran. Pemusnahan dilakukan bersama Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean (TMP) A Tangerang. Pemusnahan bertempat di Komplek Pergudangan Taman Tekno BSD,” lanjutnya.

Sementara untuk dapat pengembalian pelunasan cukai, dikatakan Aflah, perlu melalui beberapa tahap. Pemberitahuan tertulis, sambungnya, pemeriksaan dan penelitian terhadap barang akan dimusnahkan, dan pemusnahan.

“Untuk fasilitas pengembalian cukai atas BKC baik yang pelunasan cukainya dengan cara pelekatan pita cukai maupun dengan pembayaran, untuk diolah kembali atau untuk dimusnahkan hanya diberikan kepada Pengusaha Pabrik, tentunya setelah mengajukan pemberitahuan tertulis ke Kantor Bea dan Cukai setempat,” tutur Aflah.
 
“Setelah pemberitahuan tertulis diterima dan disetujui maka proses selanjutnya adalah pemeriksaan dan penelitian terhadap barang yang dimusnahkan. Setelah proses penelitian dan pemeriksaan selesai dilakukan, maka tahap berikutnya adalah proses pemusnahan,” tegasnya.
 
Aflah mengungkapkan, pemusnahan BKC dapat dilakukan dengan cara membakar habis barang kena cukai, menghancurkan barang kena cukai atau memasukkan barang kena cukai ke dalam lubang galian yang telah diberi air yang kemudian ditimbun dengan tanah.

“Teknis pemusnahan tersebut dilakukan bertujuan agar merusak atau menghilangkan fungsi dan sifat awal barang sehingga tidak dapat dipergunakan kembali,” tandas Aflah.