Kamis, 24 Sep 2020 | WIB

Pernyataan Jokowi: 2 Warga Indonesia , Ibu beserta Anaknya Positif Terkena Virus Corona

Bang Noy
Penulis: Bang Noy
Diterbitkan: 02 Maret 2020, 15:59 WIB
MCMNEWS.ID | Presiden Joko Widodo besama Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno saat umumkan virus corona di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/3).

MCMNEWS.ID –    Sebanyak 2 orang warga Indonesia terinfeksi virus corona. Mereka adalah seorang ibu dan anak.

Seorang ibu itu berusia 64 tahun. Sementara anaknya 31 tahun. Mereka tertular dari orang Jepang yang berkunjung ke Indonesia.

Hal itu diumumkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pernyataan persnya di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (2/3/2020).

Jokowi didampingi Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengumumkan temuan kasus infeksi virus corona pertama di Indonesia.

Kini mereka tengah dirawat di sebuah rumah sakit.

“Seorang ibu 64 tahun dan putrinya 31 tahun. Kami cek pada posisi yang sakit. Dicek dan tadi pagi saya mendapatkan laporan dari Menkes bahwa ibu ini dan putrinya positif corona,” ujar Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (2/2/2020).

Presiden mengatakan bahwa sejak awal pemerintah sudah mempersiapkan berbagai upaya untuk mencegah penyebaran virus corona dan mengantisipasi kemungkinan penularan virus tersebut.

“Persiapan misalnya rumah sakit lebih dari 100 rumah sakit yang siap dengan isolasi mengenai virus corona dengan standar isolasi yang baik.

Kita juga memiliki peralatan sesuai dengan standar internasional, kita juga memiliki persiapan untuk reagen yang cukup,” katanya.

“Kita juga memiliki tim gabungan yang ini tidak pernah saya sampaikan, tim gabungan TNI/Polri dan sipil, dalam penanganan ini. Kita juga memiliki SOP yang standarnya sama dengan standar internasional yang ada,” katanya.

Pemerintah pun sudah menyiapkan anggaran untuk menangani penularan virus corona.

“Karena kalau kita tidak serius untuk menangani ini kalau dianggap tidak serius ini sangat berbahaya karena memang penyakit ini perlu kita waspadai dan perlu kita hati-hati,” katanya.

back-to-top