Detail

Pemerintah Daerah Dapat Gunakan SiLPA Jika APBD Defisit

Kamis, 8 April, 2021, 10:11 WIB
Penulis: Andre Pradana

MCMNEWS.ID – Pemerintah Daerah disebut bisa menggunakan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) jika mengalami defisit dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Demikian dikatakan Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah. Menurut Trubus, SiLPA tahun sebelumnya dapat diartikan sebagai bentuk penerimaan pembiayaan.

“Defisit terjadi bila jumlah pendapatan lebih kecil dari pada jumlah belanja. Apabila Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) mengalami defisit, defisit tersebut dapat dibiayai dengan penerimaan pembiayaan,” kata Trubus, Rabu, (7/4/2021).

“Termasuk dalam penerimaan pembiayaan tersebut misalnya SiLPA tahun sebelumnya,” Lanjut Trubus.

Trubus menuturkan, SiLPA yang tersimpan didalam rekening Bank milik pemerintah tersebut, dapat digunakan langsung pada Triwulan tahun anggaran selanjutnya.

“Ya bisa (langsung digunakan, red). Itu kan tersimpan didalam rekening Bank milik pemerintah. Jadi dipastikan dapat digunakan pada Triwulan pertama, tahun anggaran selanjutnya. Jika pemerintah membutuhkan, itu bisa langsung dicairkan,” ungkap Trubus.

Sementara itu, menanggapi pernyataan Trubus, salah seorang pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Kemal MS, menyebut, SiLPA sebesar Rp.500 Miliar setiap tahunnya, perlu ditelusuri apakah tersimpan di Bank Jabar Banten (BJB).

“Yang saya tahu sejak 2013 lalu SiLPA Kota Tangsel itu tidak kurang dari Rp.500 Miliar. Perlu ditelusuri, apakah dana itu betul betul ada di Bank BJB, sebagai mitra pemerintah dalam hal menyimpan anggaran. Jika memang ada, Tangsel tidak akan mengalami yang namanya defisit,” kata Kemal MS.

“Bunga dari SiLPA pun, yang saya tahu hanya dua kali dilaporkan sejak 2013. Nah, tahun-tahun berikutnya bagaimana. Kemana uang itu. Harusnya itu menjadi penerimaan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel,” lanjutnya.

“Sehingga, uang rakyat dapat digunakan untuk rakyat. Yang sekarang terjadi kan, seperti ditutup-tutupi. Seperti contoh, penggunaan dana refokusing untuk Covid-19, apakah ada yang tahu, sudah berapa yang terpakai. Itu contoh saja,” tandasnya.