Detail

Pelaku UMKM Harus Mampu ‘Menaklukkan’ E-Commerce dengan Membaca Psikologis Pengguna Internet

Kamis, 10 Juni, 2021, 13:37 WIB
Penulis: Muh Ari

Anggota Komisi I DPR RI, Muhammad Farhan menyampaikan di era media sosial seperti saat ini membuat adaptasi konsumen Indonesia terhadap bisnis di e-commerce semakin mudah.

“Bisa dikatakan bahwa kita ini adalah masyarakat yang sangat rajin menggunakan platform digital untuk berbelanja, berkonsumsi dan potensi inilah yang kemudian menjadikan Indonesia sebagai salah satu market dan pelaku dari bisnis online atau e-commerce yang ada di dunia ini,” ujar Farhan dalam diskusi yang digagas BAKTI Kominfo bertemakan “Tantangan Pemasaran bagi UMKM dalam Persaingan Digital di Masa Pandemi”, dikutip Rabu (09/06/2021).

Lalu bagaimana peran dari UMKM menyikapi hal tersebut? Menurut Farhan, sekarang UMKM ini adalah lembaga atau sebuah sektor yang bisa bergerak dengan biaya yang sangat murah.

“Apalagi sekarang dengan adanya platform digital atau e-commerce, maka biaya untuk menjalankan usahanya, kemudian dibuat rasionya dengan jangkauan dari bisnis itu menjadi sangat-sangat murah,” jelasnya.

Dengan demikian, lanjut dia, UMKM ini memiliki peluang untuk menjadi salah satunya sebagai tulang punggung pertumbuhan ekonomi Indonesia. Selain itu, UMKM juga menjadi sebuah sektor yang bukan tidak mungkin malah menjadi motor pergerakan dan kebangkitan ekonomi nasional.

Meski begitu, kata Farhan, ada beberapa hal yang bisa menjadi tantangan, di antaranya adalah rendahnya pengetahuan dan keterampilan memanfaatkan platform digital yang banyak mengandalkan bentuk-bentuk visual baik itu foto ataupun video.

“Tidak mudah membuat video yang menarik hati yang bisa menjadi salah satu daya tarik dari produk UMKM yang ditampilkan di platform-platform digital ini, karena mudahnya orang keluar masuk ke dalam platform digital, maka tingkat kompetisinya pun sangat tinggi,” tuturnya.

“Dengan tingkat kompetitif yang sangat tinggi ini memang tidak mudah bagi para pelaku UMKM untuk istilahnya sampai berdarah-darah, namun bagaimanapun juga memiliki pelaku sektor UMKM yang sangat tangguh, persaingan adalah satu hal yang terjadi sehari-hari bagi para pelaku UMKM,” pungkas dia.

Selain hal di atas, ia melanjutkan penting juga bagi UMKM untuk memiliki kemampuan beradaptasi dan berinovasi. Karena itu penting juga peran dari pemerintah memfasilitasi dan mendampingi UMKM.

“Salah satunya adalah memberikan pelatihan tentang pemanfaatan digital platform, serta teknik pembuatan konten yang sangat baik untuk tujuan pemasaran itu menjadi sangat penting, bahkan dengan demikian juga di masa transformasi digital seperti sekarang ini, pemerintah akan mampu melakukan atau membangun jembatan bagi UMKM dan pasar global yang begitu luas,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Muktiar selaku Trainer Spesialis Koperasi mengatakan bahwa para pelaku UMKM harus mengetahui psikologis pengguna internet.

Dirinya menjelaskan para pengguna internet jika dirinci, mayoritas di antara mereka menggunakan E-Commerce adalah untuk mencari harga sebanyak 45,14%, membantu pekerjaan 41,04%, informasi membeli 37,82%, belanja online 32,19%, mencari pekerjaan 26,19%, transaksi perbankan 17,04%, jualan online 9,58%.

Memanfaatkan internet dalam bidang layanan publik yaitu penggunaan internet dalam pencarian informasi UU dan peraturan 16,7%, pengguna internet bidang layanan publik, mencari informasi administrasi 37,82%, pengguna internet bidang layanan publik dalam hal pendaftaran KTP, SIM atau BPJS dan sebagainya 11,78%.

Selain itu penggunaan internet dalam hal pelaporan pajak 11,12%, penggunaan internet dalam hal laporan pengaduan sebanyak 9,58%. Memanfaatkan internet dalam bidang edukasi seperti membaca artikel sebanyak 55,3%, melihat video tutorial sebanyak 49,67%, membagikan artikel atau video edukasi sebanyak 21,78%, kursus online sebanyak 17,85%, dan daftar sekolah sebanyak 14,63%.

Penggunaan internet dalam bidang gaya hidup seperti media sosial 87,13 %, mengunduh musik 71,10%, mengunduh atau nonton film 70,23%, berita hiburan atau hobi 58,01 %, baca cerita 57,13%, bermain game 54,13%, berita olahraga 50,48%.

Penggunaan internet dalam bidang sosial politik yaitu berita sosial atau lingkungan 50,26%, baca informasi agama 41,55%, berita politik 36,94%, kegiatan amal 16, 31%. Penggunaan internet dalam kesehatan yaitu cari informasi kesehatan 51,06 %, konsultasi dengan ahli kesehatan 14,05 %.

Profesi-profesi baru yang muncul dari era digital seperti sosial media specialist, conten writer, video creator, affiliate account manager, graphic designer, data analyst, digital marketing, gamers, content creator, programmer, blogger dan sebagainya.

“Soft skill penting dalam hidup di dunia digital seperti berpikir kritis, komunikasi yang baik, kemampuan mengakses, menganalisis, mensintesis informasi, memiliki rasa ingin tahu, kreatif dan inovatif, memiliki jiwa kepemimpinan, kemampuan beradaptasi” tutupnya.