Detail

PBNU Serukan Pendakwah Melek Digital Bantu Melawan Hoaks

Jumat, 7 Mei, 2021, 14:20 WIB
Penulis: Muh Ari

Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) menyerukan agar para pendakwah sudah saatnya melek digital dan social media untuk menyampaikan pesan-pesannya. Pola dakwah saat ini sudah berubah tak lagi melulu konvensional semata.

Hal ini disampaikan oleh Moch. Bukhori Muslim, Sekretaris Lembaga Dakwah PBNU. Menurutnya, media sosial mampu mengontrol pikiran massa. Menerima informasi dan berita millennial lebih memilih ponsel dibanding televisi.

“Jika hari ini Anda tidak terbuka oleh informasi dan perubahan, percayalah 10 tahun yang akan datang Anda adalah orang-orang yang tertinggal karena perubahan dan inovasi tidak akan pernah berhenti, meski Anda berkeras tidak ikut berubah,” ujarnya dalam diskusi Seminar Merajut Nusantara bertemakan “Ramadhan dan Masyarakat Sosial Media Eksis Mengajak Kebaikan” yang diselenggerakan Bakti KOMINFO, Jumat (07/05/2021).

Menurutnya, pada pendakwah sudah harus punya strategi yang melek teknologi informasi dan siap melakukan counter attack dalam cyber war, produktif membuat konten-konten informatif, menarik dan jenaka.  

Pada kesempatan yang sama, Anggota Komisi I DPR-RI, Helmy Faishal Zaini menambahkan bahwa  sosial media ibarat sebuah pisau maka sosial media ini bermata dua, bisa dijadikan sebagai ladang kebaikan, tetapi sosial media ini juga bila dipegang oleh orang-orang yang mungkin tidak bertanggung jawab.

“Masyarakat kita banyak yang belum siap menerima era baru ini, kemudian di sisi yang lain ternyata begitu gencarnya arus informasi yang bersifat hoax, informasi-informasi yang tentu belum bisa kita terima kebenarannya.”

“Jadikan sosial media sebagai bagian penting dari upaya kita untuk mewujudkan bersama Dakwah Islam yang ramah bukan yang marah, Dakwah Islam yang menyejukan,” ujarnya.

Hal lain disampaikan akademisi Universitas Esa Unggul, Gun Gun Siswadi. Menurutnya, Indonesia sekarang sudah memasuki era digital. Pengguna internet di Indonesia mencapai 73,7%.

“Dengan semakin mudahnya masyarakat mengakses informasi, maka terjadilah yang namanya banjir informasi-informasi, ada yang bermanfaat dan ada yang tidak bermanfaat, perlu di jaga agar bisa memanfaatkan informasi itu dengan baik. Pemerintah harus ambil peran membangun budaya literasi digital agar masyarakat mampu memilah informasi,” tutupnya.