Selasa, 29 Sep 2020 | WIB

Jokowi Tegaskan Pemerintah Tidak Akan Pulangkan Kombatan ISIS Ke Indonesia

Bang Noy
Penulis: Bang Noy
Diterbitkan: 13 Februari 2020, 7:42 WIB
MCMNEWS.ID | Presiden Jokowi. (Dok : Yustrisna)

MCMNEWS.ID –  Presiden Jokowi kembali menegaskan sikapnya yang enggan memulangkan kombatan ISIS ke Indonesia. Jokowi ingin menjamin keamanan dalam negeri.

“Saya kira kemarin sudah disampaikan bahwa pemerintah punya tanggung jawab keamanan terhadap 267 juta penduduk Indonesia, itu yang kita utamakan. Oleh sebab itu, pemerintah tidak memiliki rencana untuk memulangkan orang-orang yang ada di sana, ISIS eks WNI,” kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (12/2/2020).

Instruksi selanjutnya adalah Jokowi memerintahkan supaya 689 orang dilakukan identifikasi. Data mereka akan dimasukkan ke Imigrasi untuk dicegah masuk ke Indonesia.

“Dari identifikasi dan verifikasi ini nanti akan kelihatan karena kita memang masih memberikan peluang untuk yatim piatu yang berada pada posisi anak-anak di bawah 10 tahun. Tapi kita belum tahu apakah ada atau tidak,” tuturnya.

Sebelumnya, pada Selasa, 11 Februari 2020, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md. menjelaskan bahwa berdasarkan data saat ini, terdapat kurang lebih 689 WNI yang terlibat dalam kelompok itu. Setelah menimbang dari berbagai sisi, pemerintah juga disebutnya tak memiliki rencana untuk memulangkan mereka.

“Meskipun begitu, pemerintah juga akan menghimpun data yang lebih valid tentang jumlah dan identitas orang-orang yang dianggap terlibat teror bergabung dengan ISIS,” ucapnya.

Adapun yang berkaitan dengan anak-anak, Mahfud menyebut bahwa pemerintah akan memberikan pertimbangan khusus terhadap hal tersebut.

“Anak-anak di bawah 10 tahun akan dipertimbangkan tapi case by case. Artinya, lihat saja apakah anak itu di sana ada orang tuanya atau tidak, anak-anak yatim piatu yang orang tuanya sudah tidak ada,” kata Mahfud.

Laporan : Yustrisna

back-to-top