Anggota Komisi I DPR RI, Rizki Sadig menyampaikan, teknologi informasi sudah sangat berkembang saat ini. Menurutnya, hal itu bahkan tidak terpikirkan dalam 1 hingga 2 tahun belakangan. Hal itu sudah merambahkan ke semua sector, mulai dari pendidikan, bisnis dan kehidupan sosial.
“Ketergantungan terhadap teknologi informasi begitu dahsyat, begitu luar biasa dan hampir mengisi semua aspek kehidupan, khususnya di bidang pendidikan dan juga di bidang bisnis,” ujarnya dalam diskusi virtual yang digagas BAKTI Kominfo bertemakan “Pemanfaatan TIK untuk Pendidikan dan Bisnis”, dikutip Kamis (10/06/21)
Menurutnya, yang harus beradaptasi dengan digital tak hanya murid dan guru yang bersentuhan langsung, namun juga orang tua yang sudah harus beradaptasi dengan digital dan teknologi informasi.
“Nah ini mungkin momentum jadi tidak boleh terlalu menjadikan ini sebagai sebuah cobaan, sesuatu yang sulit maka harus menjadikan ini sebagai momentum sebagai pijakan awal untuk meningkatkan kapasitas sebagai salah satu anak bangsa yang mampu menyesuaikan dengan keadaan zaman,” jelasnya.
Menurutnya, momentum digital ini harus dijadikan kesempatan ini supaya bisa tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang tidak ketinggalan zaman, yang bisa memanfaatkan situasi hari ini untuk menjadi sesuatu yang lebih produktif.
“Yang hobinya kerja, hobinya jahit, mobilnya buat jualan makanan dan sebagainya silahkan tinggal di foto hasil masakannya dipublis, ditaruh di tempat-tempat online mudah-mudahan bisa membuka lapangan pekerjaan baru,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, tokoh pemuda Adhiwena Wirya Wiyudi mengatakan bahwa fenomena pesatnya industry digital tetap menuntut kita untuk memiliki keterampilan dasar seperti literasi, kemampuan membaca, berpikir kritis, kreatif, riset komunikatif, bisa lebih adaptif terhadap keadaan.
“Optimal belajar online seperti kenali diri apa kesukaannya, potensi dan cara belajar internet, pilih media platform untuk belajar, dapat mengatur waktu, membuat komunitas atau kelompok belajar dan selalu praktek agar terasa,” jelasnya.
Sebagai pembisnis, lanjutnya, harus mampu mempersiapkan proses transformasi digital yaitu perubahan mindset apa yang bisa dikerjakan oleh teknologi jangan dikerjakan dengan manual, lakukan digitalisasi produk, proses layanan semaksimal mungkin dan memastikan semua aktivitas perusahaan berdasarkan data yang valid.
“Semua aktivitas perusahaan berdasarkan data yang valid, setiap individu harus terbiasa mencari berbagai terobosan dengan menggunakan teknik design thinking, budaya belajar dan tidak pernah merasa puas,” tutupnya.