Sabtu, 31 Okt 2020 | WIB

Heboh Dentuman Kejutkan Warga Jabodetabek, PVMG Bilang Bukan dari Letusan Anak Krakatau. Suara Darimana?

Bang Noy
Penulis: Bang Noy
Diterbitkan: 11 April 2020, 5:33 WIB
MCMNEWS.ID | Kondisi letusan Gunung Anak Krakatau yang meletus sejak pukul 22.35 WIB.* /CCTV PVMBG

MCMNEWS.ID –    Suara dentuman berkali-berkali terjadi Sabtu ,(11/4/2020) dini hari, di Jakarta, Depok dan Bogor. Banyak yang mengaitkan dengan suara letusan anak Gunung Krakatau. Namun Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) membantah itu sebagai dampak letusan anak Krakatau.

Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) menegaskan suara dentuman yang ramai dibahas di media sosial bukan berasal dari erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.

“Saya sudah konfirmasi petugas pos pengamatan, mereka tidak mendengar karena letusannya juga kecil,” kata Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api Hendra Gunawan, Sabtu (11/4/2020).

Menurut Hendra, tidak terdengar bunyi letusan dari Gunung Anak Krakatau sejak semalam. Letusan Gunung Anak Krakatau ini dinilai Hendra relative kecil.

“Saya sudah cek ke Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di dekat Pantai Carita, tidak terdengar bunyi letusan sejak kemarin malam. Karena memang letusannya relatif kecil (tinggi letusan 600-an meter dari muka air laut),” jelas Hendra.

Dia menyebut letusan yang terjadi pada Jumat (10/4/2020) malam juga bukan merupakan letusan eksplosif dan hanya semburan.

“Biasanya dalam jarak dua kilometer, kedengaran hanya suara desis saja,” ujarnya pula.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) justru menyatakan bahwa Anak Krakatau memang mengalami erupsi sejak Jumat (10/4/2020).

Anak Krakatau sendiri memang meletus, Jumat (10/4/2020) malam. Warga Kalianda, Lampung Selatan, lari ke tempat yang lebih tinggi, setelah mendengar suara letusan Gunung Anak Krakatau.

Berdasarkan data dari Kementerian ESDM di situs magma.vsi.esdm.go.id, letusan Gunung Anak Krakatau terjadi sebanyak dua kali pada Jumat malam. Letusan pertama terjadi pada pukul 21.58 WIB, dengan estimasi kolom abu mencapai ketinggian 357 meter di atas permukaan laut

Sementara, letusan  kedua terjadi pada pukul 22.35 WIB, dengan estimasi kolom abu mencapai ketinggian 657 meter di atas permukaan laut.

back-to-top