Detail

Hati-hati Mencerna Informasi di Era Masyarakat Digital dan Virtual Opinion Leaders

Sabtu, 16 Oktober, 2021, 17:36 WIB
Penulis: Muh Ari

Staf Ahli Menteri Kominfo Bidang Komunikasi dan Media Massa Widodo Muktiyo menilai saat ini ruang publik dan privat menjadi semakin kabur. Sebab sesuatu yang diunggah ke media sosial walaupun berada di ruang privat bisa masuk ke ruang publik.

“Kalau dulu kita ngomong di rumah, di warung, kemudian diviralkan dan akhirnya menjadi realitas sosial dari virtual yang menjadi sosial dan kadang-kadang tidak sinkron sehingga bisa menjadi macam-macam sampai konflik,” ujarnya dalam diskusi “Masyarakat Digital dan Peran Virtual Opinion Leaders” yang digelar BAKTI Kominfo.

Ia menyebutkan hanya lewat koneksi internet, orang bisa berinteraksi dengan banyak orang. Karena itu, tentu harus ada ekstra kehati-hatian. Sebab saat ini juga marak influencer yang dapat mempengaruhi orang lain.

“Yang sering kali menjadi bahan pemikiran kita seperti yang disebut dengan hoaks itu ternyata melekat dalam perkembangan teknologi digital. Ini yang harus kita waspadai bersama-sama,” katanya.

Begitu pun dengan peluang dicurinya data pribadi. Ia menambahkan saat ini payung hukum sedang digodok agar Indonesia memiliki Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi.

“Sekarang ini kita mengedepankan akurasi dalam mengambil informasi-informasi yang abu-abu, yang hoaks,” katanya.

Pada diskusi yang sama, anggota DPR RI, Helmy Faishal Zaini menyampaikan bahwa era digital revolusi 4.0 adalah hal yang sangat baru. Sehingga masyarakat semua harus sadar bahwa kemajuan teknologi memaksa semua untuk ikut kedalamnya. 

“Kalau kita melihat ekonomi kita juga bahwa peran dari kemajuan teknologi sangat berperan besar,   seorang tokoh masyarakat yang sangat dikenal orang dapat menggunakan teknologi atau sosial medianya untuk mengajak kepada kebaikan. Diri  sendiri di dalam sosial media juga harus bijak menggunakannya.”

“Saya mengajak kepada kalian semua untuk  mari kita jadikan media sosial untuk melakukan hal-hal sosial yang baik. Sosial media bisa dikatan kalau kita gunakan baik akan membawa hal yang baik juga tetapi saat kita menggunakan untuk hal yang tidak baik akan membawa hal yang tidak baik juga,” jelasnya.