Detail

DPR RI Minta Guru Lakukan Terobosan Agar Anak Didik Tak Jenuh saat Belajar Virtual

Tuesday, 23 March, 2021, 19:48 WIB
Penulis: Muh Ari

Pandemi wabah Corona memaksa masyarakat Indonesia untuk beraktivitas secara virtual. Digital adalah keniscayaan, termasuk di antaranya kegiatan dan belajar yang tentunya menjadi hal yang sulit tanpa harus proses belajar mengajar tanpa bertatap muka.


Selain kurukulum yang harus beradaptasi, kondisi ini tentunya menuntut tenaga pengajar harus lebih kreatif agar anak didiknya tak bosan berhadapan sepanjang hari di depan layar monitor computer atau laptop.


“Butuh terobosan-terobosan agar kejenuhan, kebosanan ataupun interaksi fisik yang bisa melihat komunikasi langsung, secara langsung melihat kemampuan-kemampuan murid anak didik perlu evaluasi-evaluasi mendalam,” ujar Ahmad Rizki Sadig, M.Si, anggota Komisi I DPR-RI dalam diskusi virtual BAKTI Kominfo melaksanakan seminar live straming bertemakan “Pemanfaatan TIK Untuk Pendidikan dan Bisnis”, Selasa (23/03/2021).


Tak hanya proses pendidikan saja yang harus beradaptasi saat pandemi, sektor bisnis juga berubah dengan masuknya era digital. Saat ini semua orang bisa menjadi marketing atas barang dagangannya lewat marketplace dan sosial media.


Menurut Ahmad Rizki, proses marketing tak perlu lagi mengandalkan kantor, toko atau alat-alat peraga yang biasa dipajang, karena cukup difoto, di-upload di dalam alat komunikasi digital,


“Ditambah lagi saat ini banyak alat bayar yang tidak menggunakan pembayaran tunai, yang menggunakan alat bayar dengan teknologi digital,” jelasnya lagi.


Dalam kesempatan yang sama, Freddy Herman, praktisi Bidang Kehumasan dan Komunikasi Publik menyebutkan bahwa di era global ada tiga tantangan yang harus diperhatikan, yaitu persaingan, kompetisi dan demokrasi.


“Butuh partisipasi tidak lagi bisa menutup diri dan hanya pegang pada apa yang diyakini dan tidak mau tahu dengan dunia luar sana, maka partisipasi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari,” ujarnya.“Dan yang mewarnai kehidupan global adalah teknologi yang disebut dengan digitalisasi,” tambahnya.


Menurutnya, dunia saat ini sudah masuk ke era revolusi industri 4.0, sebuah sistem cerdas berbasis otomatisasi yang digerakkan dengan mesin teknologi dan kecerdasan buatan berbasis data (big data).


“Prosesnya terjadi melalui konektivitas antar komponen berbasis data yang pada gilirannya mampu membuat keputusan atau kesimpulannya sendiri tanpa keterlibatan manusia,” jelasnya.


Menurutnya, di Indonesia saat ini penggunaan internet 202,6 juta atau 73,9%, pertumbuhan penggunaan internet 27 juta atau 16% penduduk, jumlah pengguna handphone 338,2 juta atau 124% dari jumlah penduduk, pengguna internet aktif 142,8 juta atau 53% penduduk, penggunaan media sosial aktif 175,4 juta atau 64% penduduk.


“Di era digital, keluarga dan sekolah harus dapat menjadi penjaga etika dan moral masyarakat untuk memperkecil kesenjangan sosial. Butuh cyber teacher dalam pembentukan karakter,” tutupnya.