Senin, 30 Nov 2020 | WIB

Polisi: Remaja Putri Pembunuh Bocah di Jakpus Terinspirasi Film Horor

Avatar
Penulis: Ginan
Diterbitkan: 06 Maret 2020, 21:57 WIB
MCMNEWS.ID | Lokasi tempat pembunuhan anak di Karang Anyar, Jakarta Pusat, dipasang garis polisi. (Dok : Istimewa)

MCMNEWS.ID –  Pembunuhan yang dilakukan seorang remaja putri 15 tahun di Sawah Besar, Jakarta Pusat terinspirasi dari film. Menurut Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Heru Novianto remaja berinisial NF itu mengaku membunuh seorang anak berusia 5 tahun di rumahnya Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat pada Kamis 5 Maret 2020.

Siswi SMP berinisial NF (15) mengaku membunuh bocah berinisial APA (5) di rumahnya karena terinspirasi film horor yang dia tonton di Youtube.

“Tersangka melakukan (pembunuhan) dengan kesadaran dan dia terinspirasi, kalau berdasarkan tadi kita wawancara, dia (melakukan pembunuhan) terinspirasi oleh film,” kata Heru di Sawah Besar, Jakarta Pusat, Jumat (6/3/2020).

NF menghabisi korban dengan cara dicekik dan ditenggelamkan ke dalam bak mandi di rumahnya, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Kamis (5/3).

Setelah korban meninggal, mayatnya dimasukkan ke dalam lemari. Selanjutnya, pelaku menyerahkan diri ke Polsek Tamansari, Jakarta Barat.

Heru menambahkan pelaku dan korban tinggal bertetangga, Korban main ke rumah pelaku, menurut keterangan, pelaku meminta tolong mengambilkan mainan yang ada di dalam bak kamar mandi saat korban masuk kedalam kamar mandi dan jongkok di bak untuk mengambil mainan pelaku, korban di cekik dan dimasukan ke dalam air.

“Jadi, si anak (korban) diajak ke kamar mandi kemudian disuruh mengambil mainan yang ada di dalam (bak mandi). Anak itu diangkat dan dimasukan ke dalam bak, baru ditenggelamkan,” ungkap Heru.

Tak berhenti sampai di situ, tersangka NF juga mencekik leher korban. Setelah korban lemas, korban pun diikat dan dimasukan ke dalam lemari. Sebelumnya, tersangka berniat membuang jenazah korban. Namun, tersangka mengurungkan niatnya tersebut dan tetap menyimpan jenazah korban dalam lemari.

“Setelah (korban) lemas, baru dibawa naik ke atas, didudukan. Karena (korban) mengeluarkan darah, lalu disumpal pakai tisu dan diikat. Awalnya mau dibuang karena sudah menjelang sore, akhirnya disimpan di dalam lemari,” ungkap Heru.

Setelah peristiwa tersebut kemudian pada hari Jumat tanggal 06 Maret 2020 sekira pukul 09.00 Wib tersangka datang ke Polsek Taman Sari, Jakarta Barat dan mengaku telah membunuh korban. 

Lebih lanjut polisi masih akan melakukan pendalaman kasus terkait peristiwa hukum yang dilakukan oleh anak bersatus di bawah umur itu.

“Ini butuh pendalaman lebih dalam mungkin kami akan panggil ahli psikiater (kejiwaan) karena data-data yang kami dapat bersama pak Wakapolres ada hal-hal yang agak berbeda,” kata Heru.

back-to-top