MCMNEWS.ID – Dalam dunia Sepakbola, ketika berhasil mencetak Goal dalam pertandingan besar, rasanya pasti sangat luar biasa dan penuh emosional, sehingga para Pemain melakukan selebrasi untuk mengungkapkan perasaannya, bahkan terkadang saking emosionalnya sampai tak sadar berujung kepada Hukuman loh. Kok bisa?
Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) punya aturan sendiri terkait Selebrasi Goal yang dilakukan pemain. Para pemain tak bisa berselebrasi sembarangan tanpa melihat aturan yang dibuat.
Ada batasan-batasan yang harus dipatuhi, seperti tak boleh menyinggung politik, pantang berbau rasial, hingga tak boleh membuka jersey.
Namun, tetap saja ada pemain-pemain yang melanggar aturan tersebut. Tentu saja hukuman pun datang kepada pemain yang melanggar aturan dalam melakukan selebrasi.
Berikut 7 Selebrasi Kontroversial dalam Dunia Sepakbola:
1. Emmanuel Adebayor
Pada September 2009, Emanuel Adebayor melakukan selebrasi kontroversial dengan mengejek suporter Arsenal. Selebrasi tersebut dilakukannya saat Manchester City menjamu The Gunners.
Saat mencetak gol, Adebayor langsung berlari jauh menuju suporter tim tamu. Gesturnya menunjukkan sikap mengejek. Tingkah Adebayor itu berujung sanksi. Dia diskorsing dua pertandingan, plus dengan 25 pounds karena juga secara sengaja menginjak striker Arsenal, Robin van Persie.
Saat ditanya alasan melakukan melalukan selebrasi kontroversial itu, dia mengaku merasa tidak dihargai mantan timnya.
“Saat ke lorong ganti dan melihat rekan-rekan (para pemain Arsenal), saya mencoba bersalaman dengan mereka. Tapi, mereka tidak mau. Saya terkejut,” kata Adebayor mengungkapkan alasan di balik selebrasi emosionalnya.
“Saya merasa sakit hati. Setelah itu, saat di lapangan saya mendengar sebagian fans bernyanyi menghina ayah dan ibu saya. Semua ada batasnya. Saya akhirnya merespons,” imbuh dia.
2. Robbie Fowler
Robbie Fowler pernah melakukan selebrasi sangat kontroversial pada 3 April 1999. Saat itu, dia mencetak gol untuk Liverpool pada derbi kontra Everton, di Stadion Anfield. Pertandingan itu dimenangi The Reds dengan skor 3-2.
Setelah mencetak gol, dia berlari ke tepi garis gawang untuk berselebrasi. Fowler kemudian menjatuhkan kedua lutut sambil membungkur. Dia mengarahkan hidungnya ke garis seolah-olah sedang menghirup narkoba jenis kokain.
Selebrasi itu jadi sindiran Fowler kepada suporter Everton, yang kerap menuduhnya mengonsumsi obat-obatan terlarang.
Pihak Everton tak terima dengan selebrasi tersebut dan melaporkan Fowler ke FA. Dia akhirnya dihukum larangan tampil dalam empat pertandingan.
3. Nicolas Anelka
Pemain Prancis, Nicolas Anelka, pernah memeragakan selebrasi kontroversial saat memperkuat West Bromwich Albion. Insiden itu terjadi setelah Anelka membobol jala West Ham United pada Desember 2013.
Dia merayakan gol dengan melatakkan satu lengan melintasi dada dan satu tangan lainnya terbentang lurus. Gestur itu dipopulerkan oleh komedian Prancis, Dieudonne. Sebagian orang melabeli gestur itu sebagai salam Nazi yang dibalik.
Gara-gara peristiwa kontroversial itu Anelka didenda 80 ribu pounds, dijatuhi larangan lima laga oleh FA. Dia kemudian dipecat West Brown karena dianggap melakukan tindakan tak etis, karena mengumumkan minatnya meninggalkan klub melalui media sosial.
4.Granit Xhaka dan Xherdan Shaqiri
Gol dari Granit Xhaka dan Xherdan Shaqiri membawa Swiss memetik kemenangan penting atas Serbia pada Piala Dunia 2018. Namun, selebrasi kedua pemain menjadi sorotan karena didedikasikan untuk tanah kelahiran mereka, Kosovo, yang mayoritas penduduknya beretnis Albania.
Kosovo mendeklarasikan kemerdekaan dari Serbia pada 2008. Namun, Serbia tak pernah mau mengakui, sehingga tensi antara kedua negara memanas.
Aksi selebrasi mereka jadi sorotan. Sambil berlari, Xhaka dan Shaqiri menautkan ibu jari kedua tangannya dan dengan jari-jari lainnya direnggangkan menyerupai burung. Banyak yang menduga gestur itu melambangkan Elang Albania di bendera Albania.
Tentu saja, merayakan gol dengan kandungan pesan politik dilarang. Mereka berpotensi dijatuhi hukuman dua pertandingan, tapi akhirnya hanya dikenai denda.
5. Giorgos Katidis
Pemain muda Yunani, Giorgos Katidis, melakukan selebrasi sangat kontroversial pada laga AEK Athens kontra Veria pada musim 2013. Selepas menjebol gawang Veria, dia melakukan penghormatan ala Nazi.
Imbasnya, dia dilarang bermain untuk timnya pada sisa musim itu. Deritanya belum berakhir. Aksi kontroversi itu akhirnya membuat Katidis dilarang memperkuat Timnas Yunani seumur hidup.
“Aksi pemain kepada para penonton dengan menampilkan salam ala Nazi adalah sebuah provokasi berat. IItu Itu juga bentuk penghinaan terhadap korban kekejaman Nazi dan melukai prinsip kemanusiaan dalam sepak bola,” ujar Federasi Sepak Bola Yunani.
6. Cristiano Ronaldo
Cristiano Ronaldo diganjar kartu kuning atas selebrasinya dalam laga Real Madrid vs Barcelona pada 14 Agustus 2017.
Bintang Real Madrid ini melakukan selebrasi sambil melepaskan pakaian yang melanggar aturan FIFA.
Selebrasi ini semakin kontroversial pasca Ronaldo memamerkan kaosnya pada fan Barca yang dinilai sebagai bentuk ejekan pada Lionel Messi.
7. Paul Gascoigne
Paul Gascoigne berhasil mencetak gol dalam ‘Old Firm Derby’, laga derbi panas antara Glasgow Rangers kontra Glasgow Celtic di Skotlandia pada 1998 lalu.
Ia merayakan gol tersebut dengan gestur memainkan seruling yang identik dengan lagu ‘The Sash’, lagu yang dianggap menyinggung garis sejarah Celtic dan suporternya. Karena aksinya ini, Paul Gascoigne didenda 40.000 euro atau sekitar Rp685 juta.
Gascoigne juga menerima ancaman pembunuhan selama berbulan bulan pasca selebrasinya tersebut.
Laporan: Irfan Kurniawan