MCMNEWS.ID | Kepala Disperkimta Kota Tangsel, Aries Kurniawan. Dok: Andre
MCMNEWS.ID – Sedikitnya terdapat 103,47 hektar lahan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang masih masuk ke dalam kategori kawasan pemukiman kumuh.
Hal itu seperti disampaikan Kepala Dinas Perumahan, Pemukiman dan Pertanahan (Disperkimta) Kota Tangsel, Aries Kurniawan, seusai acara Forum OPD yang diselenggarakan di salah satu restoran di bilangan Serpong, Selasa, 28 Februari 2023.
“Kampung kumuh di Tangerang Selatan itu terdapat 103,47 hektar, sebagian sudah kita tangani, tinggal beberapa lagi yang belum ditanganin dari tahun 2017,” kata Aries Kurniawan.
Kondisi tersebut terbilang cukup ironi. Pasalnya, saat ini sekira 60 persen lahan di Kota Tangsel sudah dikelola oleh tiga pengembang besar. Dengan kata lain, Pemkot Tangsel hanya fokus pada pengembangan terhadap sekira 40 persen lahan.
Menurut Aries, sulitnya menata kawasan kumuh di Kota Tangsel dikarenakan Kondisi pemukiman yang sudah padat.
“Enaknya pengembang itu membangun dari tanah. Jadi direncanakan, dilaksanakan dan diawasi enak sesuai desain perencanaan awal,” tuturnya.
Aries menyebut penataan kawasan pemukiman kumuh di Kota Tangsel telah masuk ke dalam program strategis hingga tahun 2026 mendatang.
Untuk tahun 2023, dikatakan Aries, pihaknya akan melakukan pembenahan terhadap dua lokasi pemukiman kumuh yang terdapat di Kecamatan Ciputat dan Kecamatan Pamulang.
“Jadi kita ada beberapa titik (penataan kawasan kumuh) nanti di tahun 2024. Sedangkan tahun 2023 akan ada yang ditata yaitu di Kecamatan Ciputat dan Kecamatan Pamulang luasnya masing-masing dibawah 10 hektar,” ujarnya
“Untuk tahun ini anggaran penanganan kawasan kumuh ada sekitar Rp29 miliar untuk Pamulang dan Ciputat. Sedangkan untuk tahun 2024 dianggarkan Rp37 miliar untuk empat titik,” pungkas Aries.