MCMNEWS.ID | Sekretaris Dinas Sosial Kota Tangsel, Heli Slamet. Dok: Andre
MCMNEWS.ID – Sekretaris Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Heli Slamet, angkat bicara menyoal minimnya penurunan penduduk miskin di Kota Tangsel.
Heli pun tak menampik bahwa sepanjang tahun 2022 penurunan penduduk miskin di Kota bertajuk Cerdas, Modern dan Islami tersebut belum cukup optimal.
“Kami sudah berupaya dengan intervensi program diantaranya adalah bantuan langsung tunai untuk warga miskin. Tetapi tentunya nanti terkait dengan persentase penurunan kenapa kecil ini kami nanti akan berkoordinasi dan akan menjadi evaluasi,” kata Heli ketika dikonfirmasi, ditulis Jumat, (13/01/2023).
Heli mengungkapkan, selama ini Dinsos Kota Tangsel telah menjalankan beberapa program sebagai upaya menekan angka kemiskinan di Kota Tangsel.
“Kita juga (akan evaluasi) apa yang menjadi permasalahan, kita kan sudah intervensi tetapi ko masih kurang, nah itu nanti kita akan evaluasi menyeluruh,” tuturnya.
“Karena untuk urusan kemiskinan memang di kita masuk PMKS (Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial, red) tetapi dalam konteks penanganannya ada beberapa OPD (Organisasi Perangkat Daerah, red),” lanjutnya.
Heli menuturkan, untuk tahun 2023 mendatang pihaknya juga telah menyiapkan sejumlah program dalam sektor ekonomi produktif. Hal itu diharapkan dapat menekan jumlah penduduk miskin di Kota Tangsel.
“Dari program kita sendiri kita adakan usaha ekonomi produktif, kemudian kita juga ada program dari Kementerian Sosial berupa bantuan pangan tunai, itu juga Insya Allah untuk tahun 2023 kembali terlaksana,” tuturnya.
“Kemungkinan nominalnya Rp200 ribu perbulan, biasanya diberikan per triwulan, tapi nanti kita lihat kebijakan dari Kemensos nya seperti apa,” pungkas Heli.
Diberitakan sebelumnya, penduduk miskin di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tercatat mencapai 44.290 jiwa atau turun sekira 280 jiwa dari tahun 2021. Hal itu diketahui berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada akhir tahun 2022.
Pada tahun 2021, jumlah penduduk miskin di Kota Tangsel tercatat sebesar 2,57 persen atau sekira 44.570 jiwa. Sedangkan pada tahun 2022 penduduk miskin tercatat menjadi 2,50 persen atau 44.290 jiwa.
Dengan begitu jumlah penduduk miskin di Kota Tangsel hanya turun sebesar 0,07 persen atau 280 jiwa. Angka tersebut menjadikan Kota Tangsel sebagai daerah dengan penurunan jumlah penduduk miskin terendah se Provinsi Banten.
Kabupaten Lebak menjadi wilayah dengan penurunan jumlah penduduk miskin terbesar se Provinsi Banten pada tahun 2022 dengan total 17.530 jiwa. Kabupaten Pandeglang berada diurutan kedua dengan total 16.780 jiwa.
Kabupaten Serang berada di posisi ketiga dengan total penurunan sebanyak 7.640 jiwa. Kota Serang berada diposisi keempat dengan penurunan 5.350 jiwa.
Sedangkan penurunan pendudukan miskin terbanyak diurutan kelima adalah Kota Cilegon dengan jumlah 2.430 jiwa. Kabupaten Tangerang mencatatkan penurunan jumlah penduduk 1.830 jiwa. Sedangkan Kota Tangerang berhasil mencatatkan penurunan angka kemiskinan sebanyak 1.360 jiwa.