MCMNEWS.ID – Kemungkinan Demokrat gabung dengan Koalisi Indonesia Bersatu semakin terbuka lebar. Koalisi besutan Partai Golkar, PAN dan PPP menyambut baik jika Demokrat bergabung.
Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Bidang Komunikasi dan Informasi, DPP Golkar, Nurul Arifin. Ia menyampaikan menyikapi rayuan wacana koalisi berdua yang diusulkan oleh elite Partai Demokrat, Syahrial Nasution untuk Pemilu 2024.
“Kalau soal pembicaraan yang lain semuanya diserahkan kepada kesepakatan di koalisi tersebut. Itu keputusan bersama, kan kita sifatnya equals kolegial dan setara. Jadi dalam mengambil keputusan demikian,” kata Nurul Arifin, ditulis, Senin, (11/7/2022).
Saat ditanya kemungkinan peluang AHY jadi cawapres dari KIB jika demokrat bergabung, nurul menjawab untuk sampai ke sana Partai Demokrat sebaik bergabung terlebih dahulu dengan KIB.
“Ya Demokratnya aja belum bergabung. Nunggu Demokratnya bergabung dulu,” tambah Nurul Arifin
Menambahkan secara terpisah, Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi, mengatakan, AHY berpeluang sama dengan ketum lainnya untuk diusung menjadi kandidat capres-cawapres jika nantinya bergabung ke KIB.
Ia menyampaikan bahwa pemutusan tentang siapa yang akan diajukan jadi capres-cawapres akan dilakukan secara transparan, objektif, rasional, dan terukur. KIB juga mengukur dari popularitas, kesukaan, elektabilitas, dan faktor-faktor penunjang lainnya.
“Karena seluruh ketua umum partai politik di KIB memiliki peluang yang sama untuk maju di Pilpres,” kata Viva.
Sebelumnya, Partai Demokrat membantah kabar tentang mematok Ketua Umum yakni Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai syarat capres atau cawapres untuk berkoalisi.
Issu tersebut beredar pasca pernyataan dikeluarkan oleh PPP yang mengklaim sudah bertemu dengan Partai Demokrat.
Hal tersebut disampaikan oleh Kordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra. Ia menyampaikan issu tersebut sama sekali tidak benar dan koalisi harus terbangun berdasarkan kesamaan visi misi antara partai.
“Partai Demokrat menegaskan, pernyataan itu sama sekali tidak benar,” ujar Herzaky, Kamis (7/7/2022).